Jalur Baja yang Terancam — Analisis Ekspor Pipa Baja ke Iran dan Timur Tengah di Tengah Konflik AS-Israel

Jika Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut, seperti penawaran harga, produk, solusi, dan lain sebagainya, psewaHubungi kami secara online.

Tianjin Sanon Steel Pipe Co., Ltd. adalah perusahaan pemasok. Pabrik pemasok kami berada di Kota Cangzhou, Provinsi Hebei. Sumber utama barang kami adalahpipa boiler, dan bahan-bahan representatifnya adalahASTM A335 P5/P11/P91/P92,ASME SA-106/SA-106MGR.B,GB/T 3087-200810#/20#. Bahan-bahan representatif dari pipa saluran adalahAPI 5L,API 5CT, bahan-bahan representatif dari pipa peretakan minyak bumiGB/T 9948adalah 15MoG/12CrMoVGGB/T 6479-2013 mewakili material 10#/20#, tabung penukar panas SA179/SA210/SA192, dll., tabung mekanik GB/T 8162 mewakili material 10#/20#/Q345/42CrMo, EN10210 mewakili material S355JOH/S355J2H, tabung silinder gas GB1 8248, mewakili material 34CrMo4/30CrMo.

Pendahuluan: Dari Koridor Energi ke Zona Konflik

Sejak pecahnya konflik militer langsung antara aliansi AS-Israel dan Iran pada akhir Februari 2026, Timur Tengah telah dilanda kekacauan. Selat Hormuz, dunia'Titik hambatan minyak yang paling vital, telah menjadi garis depan. Lanskap ekspor untuk pipa baja.sangat penting untuk energi dan konstruksitelah mengalami perubahan mendasar.

1. Pasar Iran: Keruntuhan Pasokan Lokal vs. Permintaan Rekonstruksi

Iran, yang dulunya merupakan kekuatan besar dalam industri baja di Timur Tengah, kini bergulat dengan kehilangan kapasitas yang parah.

Kerusakan Akibat Perang: Fasilitas-fasilitas penting seperti Mobarakeh Steel di Isfahan mengalami kerusakan signifikan akibat serangan udara, mengganggu produksi pipa dan plat tanpa sambungan. Serangan terhadap jaringan listrik dan stasiun gas telah melumpuhkan produksi DRI, memaksa tingkat operasi turun hingga sekitar 60%.

Kebutuhan Rekonstruksi: Fase rekonstruksi pascaperang telah menciptakan permintaan yang sangat besar akan produk baja panjang (besi beton, balok I). Permintaan domestik melonjak sebesar 40% setiap tahunnya, jauh melebihi kapasitas produksi lokal yang rusak.

Alternatif China: Sanksi dan perang telah membuat produksi pipa seamless berkualitas tinggi di Iran tidak berkelanjutan. Akibatnya, China menjadi pemasok utama untuk mengisi kesenjangan ini. Meskipun ekspor langsung ke Iran turun 83,9% YoY pada Maret-April karena masalah logistik, ekspor ke Kuwait melonjak 130%, dengan sebagian besar ditujukan untuk proyek-proyek di Iran.

2. Gambaran Umum Regional: Efek "Blokade" Hormuz

Gangguan lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz merupakan variabel kunci yang memengaruhi ekspor.

Penurunan Drastis Ekspor Langsung: Menurut data bea cukai, ekspor pipa tanpa sambungan Tiongkok ke tujuh negara Teluk Persia (tidak termasuk Oman) turun 72,2% YoY pada Maret-April 2026, atau kehilangan 231.400 ton.

Pergeseran Pusat Perdagangan: UEA, yang sebelumnya merupakan pusat ekspor ulang utama (Jebel Ali), mengalami penurunan tajam impor pipa tanpa sambungan dari Tiongkok sebesar 91,48% pada bulan Maret. Perdagangan kemudian beralih ke Oman (Pelabuhan Salalah) dan pelabuhan Laut Merah Arab Saudi untuk menghindari berbagai kendala.

Kenaikan Biaya: Premi asuransi risiko perang telah meroket, dan kapal-kapal mengubah rute melalui Tanjung Harapan. Meskipun harga FOB naik menjadi $636/ton karena pasokan yang ketat, pembeli dari Timur Tengah tetap aktif untuk mengamankan material untuk proyek-proyek energi yang mendesak.

3. Geografi Ekspor Baru: Pemenang dan Pecundang

Munculnya Eksportir "Perantara":

Kuwait telah muncul sebagai pintu gerbang baru. Pada awal tahun 2026, Kuwait menjadi tujuan terbesar untuk pipa tanpa sambungan buatan Tiongkok di Timur Tengah, dengan pangsa pasar sebesar 24,15%.

Turki dan Mesir berperan sebagai jembatan darat penting untuk barang-barang yang ditujukan ke Eropa dan Levant, melewati titik hambatan maritim.

Infrastruktur Energi sebagai Penggerak: UEA secara agresif membangun Pipa Strategis 2 (Abu Dhabi-Fujairah) untuk melewati Selat Hormuz, yang diharapkan beroperasi pada tahun 2027. Ini merupakan pendorong utama pengadaan Pipa Saluran Berdiameter Besar (LSAW).

4. Skenario Masa Depan

Per Mei-Juni 2026, kawasan ini berada dalam kondisi "gencatan senjata tetapi bukan perdamaian" yang rapuh. Berikut tiga skenario untuk ekspor pipa baja:

Skenario A: Status Quo (Kemungkinan Besar)

Kondisi: Bentrokan sporadis, Selat sebagian tertutup.

Dampak: Biaya pengiriman barang tetap tinggi. Pesanan akan beralih ke Oman, Kuwait, dan Arab Saudi. Eksportir Tiongkok akan diuntungkan dari restrukturisasi rantai pasokan.

Skenario B: De-eskalasi & Pembukaan Kembali (Optimis)

Syarat: Kesepakatan tercapai (kemungkinan Juli 2026), Selat dibuka kembali.

Dampak: Efek "cambuk banteng" yang masif. Permintaan rekonstruksi Iran ditambah proyek-proyek besar Saudi/UEA akan memicu lonjakan tajam dalam ekspor pipa China.

Skenario C: Eskalasi Penuh (Pesimistis)

Kondisi: Perang regional habis-habisan, Selat Hormuz tertutup sepenuhnya.

Dampak: 80% pangsa pasar pengiriman langsung bisa hilang. Ekspor bulanan ke Teluk mungkin turun hingga 400.000 ton, sehingga ketergantungan sepenuhnya beralih ke kereta api (CAGR) atau jalur darat.

Kesimpulan

Bagi eksportir pipa baja Tiongkok, Timur Tengah tetap merupakan wilayah dengan risiko tinggi dan potensi keuntungan tinggi. Tantangan langsungnya adalah logistik; peluang jangka menengahnya adalah rekonstruksi. Meskipun rutenya mungkin berubah, permintaan jutaan ton pipa baja untuk membangun kembali Iran dan menjaga keamanan energi di negara-negara Teluk tetap merupakan kenyataan yang kuat.

Pipa Baja Seamless ASTM A106 Berkualitas Tinggi

Waktu posting: 03-Juni-2026

Tianjin Sanon Steel Pipe Co., LTD.

Alamat

Lantai 8. Gedung Jinxing, Area Hongqiao No 65, Tianjin, Cina

Telepon

+86 15320100890

WhatsApp

+86 15320100890